Kenalan Dengan Filsafat

Mengenal Filsafat.

Awal tahu filsafat itu berawal dari novel percintaan di Wattpad yg judulnya Changed. Waktu itu di medsos khususnya dunia fandom apa lagi fandom barat seperti fandom dari Justin Bieber, One Direction, Taylor Swift dan lain-lain. Khususnya di Facebook ada salah satu temen IBF (Internet Best Friend) ngeshare Dan ngerecomend novel itu. Sebab novel itu bagus dan lagi rame di perbincangin. Yasudah, saya langsung pergi ke Wattpad dan baca novel yang dimaksud. Dan benar novelnya keren walaupun sudah ditranslate ke dalam bahasa Indonesia woah.

Dinovel ini tidak banyak membahas tentang filsafatnya hanya sedikit mungkin satu hingga tiga paragraf atau bisa dibilang satu persennya. Seterusnya ngebahas sastra Inggris Dan mungkin hanya sepuluh persen.

Dua atau tiga bulan kemudian datanglah pengumuman disekolahan tentang pendaftaran SPANPTKIN. Disini bingung mulai melanda. Daftar PTKIN atau nggak? Hehehe waktu itu cuma berharap di PTN aja. Tapi entah ada bisikan dari mana kepikiran buat back up-an perguruan tinggi. Mau lanjut dimana aku? Pokoknya saat itu harus bisa dapatin PTN atau PTKIN. Dengan final rundingan dengan keluarga dan tidak dapat ijin buat keluar dari Banten. Yaudah Saya memilih PTKIN ini. Yass!! IAIN alias UIN di Banten. Ya kampus ini yang saya pijaki sekarang. Dan kebingunganpun melanda lagi saat itu? Jurusan apa yang akan saya ambil? Minat dan bakat di bahasa Inggris, tapi bukan dipendidikan lebih suka ke sastra. Saya mempertimbangkan semuanya dari jurusan A hingga Z yang ada di kampus ini. Dan entah kenapa Filsafat yang menarik mata saya pada saat itu dan terpilihlah dia si Filsafat agama dan Pedidikan bahasa Inggris. Udah di pertimbangin nggak suka yang pendidikan malah dipih ya?😂 Ah sudahlah. Dan mulai lah saya fokus di SBMPTN. Hehe masih belum nyerah nyari PTN walaupun gagal di SNMPTN.

Dua minggu kemudian, ternyata pengumuman SPANPTKIN yang keluar terlebih dahulu. Semua teman sudah membukan dan lihat hasil yang ada. Tapi tinggal saya saat itu. Server selalu penuh. Tidak menyerah Saya tunggu hingga larut malam dan jeng jeng dengan detak jantung yang tidak berirama teratur Filsafat agamalah yang keluar maksudnya terpilih. Kesal? Kesal sih saat itu saya berharap pendidikan lah yang diterima tapi tidak. Ya sempat kepikiran Saya Kira masuk filsafat itu sulit seperti masuk di Teknik Sipil, ternyata eh ternyata Filsafat jarang diminati. Sempat berpikiran ingin mengikuti test ulang tapi bapak udah nagih hasil pengumuman.

Saat beliau tanya, 'apa yang kamu dapat?' Duh ya bingung nih mau jawab apa? Pasti nanti tanya tentang Prospek Kerjanya apa?. Dan benar beliau nanya tentang itu saat Saya bilang "Bapak dapet Filsafat di IAIN" Dengan gugup Saya jawab seadanya, Prospek kerjanya itu kembali ke keahliannya masing-masing. Dan bapak bertanya lagi tentang pengumuman SBMPTN. Wow pengumuman SBMPTN sama pengumuman UKT/BKT di kampus ini duluan pengumuman UKT/BKT disini. Dengan pertimbangan yang cukup lama antara ambil ini jurusan atau SBMPTN. PTKIN ini akan terbang begitu aja jika memilih menunggu pengumuman SBMPTN. Dan akhirnya tadaaaaaaa saya disini di Filsafat, eh maksudnya Filsafat Agama, UIN SMH BANTEN.

Cek cek cek di kroscek ulang mencari dan mengamati filsafat bersama om Google sambil menunggu masuk perkuliahan dan alhamdulillah om Google tidak membantu. Bukan, bukan maksudnya tidak membantu hanya saja otak saya tidak sampai. Entahlah maksud tidak sampainya seperti apa, intinya dari artikel Dan makalah yang ada di perpustakaan Google terlalu tinggi bahasanya. Mehehehe.

Hingga semester satupun tiba, dan mulailah belajar filsafat. Dan ya Saya baru tahu ternyata bertanya termasuk berfilsafat juga. Kesan belajar filsafat hingga sekarang ini... Gimanaya bilangnya masih berada di dalam kebingungan. Aku masih tenggelam dalam kebingungan. Muehehe apasih.* Jujur saja saya masih mendalami terus menerus tentang filsafat. Selama dua semester ini belajar filsafat ya cukup membingungkan apalagi saat mata kulaiah ilmu mantik. Itu berasa bermain spin berputar terus hingga bingung. Mencari kesimpulan dengan premis-premis yang ada. Ternyata begitu susah untuk menarik kesimpulan dalam filsafat.

Lalu bagaimana tujuan saya di Filsafat? Dan bagaimana gambaran tentang filsafat Islam? Duh nanya tentang tujuan, aku pun masih tidak tahu tujuan saya di Filsafat. Masih bingung. Still bingung eh. Ini kenapa banyak bingungnya ya? Tuh kan bingung lagi. Tujuan saya difilsafat agar Saya dapat merubah pola pikir saya dari bingung hingga terarah tujuannya, agar tidak bingung lagi. Awal denger tentang filsafat Islam, Saya Kira akan membahas tentang filsafat Aqidah ahlaq bagaimana, awal mula filsafat memunculkan fiqih bagaimana, pokoknya seperti itu. Karena Saya cuma tahu tentang filsafat liberarnya saat itu.

Lalu bagaimana dengan tokoh filsufnya? Nah ini kalo filsuf Islam aku ngerti seperti; Al Kindi, Al Ghazali, Al Farabi dan lain-lain itu saat Saya menduduki sekolah sore alias Madrasah Ibtidaiyah. Tahu mereka hanya ahli dalam bidangnya masing-masing seperti ilu perbintangan, bedah dll, ya maaf kan waktu itu masih SD😄 Dan setelah duduk di bangku perkuliahan ini barulah saya tahu ternyata mereka seorang sosok filsuf Islam yang hebat. Hehehe masih sekedar tahu sih.. tapi insya Allah akan memdalami sosok mereka tersebut.

Apa lagi ya? Harapan saya di Filsafat sih ya udah disebutkan tadi di paragraf sebelumnya merubah pola pikir yang bingung menjadi terarah dengan membaca, menulis dan berpikir. Sebenarnya filsafat itu harus rajin-rajin banyak baca buku sih. Tidak seperti saya baca buku kalo cover atau halaman pertama atau Bab tengahnya menarik baru dibaca. Tsk! Ndak baik buat di tiru temans. Tapi Saya lagi berusaha buat istiqomah untuk membaca. Tapi subhanallah banyak sekali godaan dari manapun. Seperti handphone. Dia itu godaan paling berat yang pernah ada. Ah sudahlah.

Inti dari semuanya filsafat itu tidak hanya berpikir saja yang dibutuhkan. Membaca dan Menulispun juga dibutuhkan. membaca buku agar Kita dapat banyak ilmu agar memiliki referensi-referensi dan pondasi yang ada dan kuat tidak hanya berkata tanpa bobot, seperti kata pepatah; tong kosong bunyi nyaringnya. Dan menulis cara anak filsafat untuk menyimpan apa yang di dapatkan dari membaca itu dan kemudian berfikir.

Saya rasa cukup cuap-cuap yang entahlah mungkin membingungkan buat para readers. Kalo bingung jangan lupa pegangan kalo orang lain bilang. Tapi menurut saya, kalo bingung? Bacalah. Bacalah disekitarmu, disituasi seperti apa saat ini dan cobalah pahami situasi anda saat ini. Insya Allah nggak bingung lagi. Jika masih bingung harap minumlah air mineral yang banyak. Hehehe terimakasih semua...

Komentar